segala sesuatu yang ingin aku tulis

Minggu, 24 April 2011

MENGEMBANGBIAKKAN JALAK SUREN

Jalak suren sebenarnya bisa ditemukan hampir di seluruh pelosok Indonesia. Namun, sekarang burung ini semakin sulit ditemukan. Apa yang dialami burung lain, populasinya kian hari kian susut di alam, ternyata juga dialami jalak suren. Pencemaran sawah oleh pestisida, penangkapan untuk dipelihara atau diperdagangkan, dan penciutan hutan merupakan penyebab utama menurunnya populasi jalak suren yang bernama ilmiah Sturnus contra jalla.
Keistimewaan jalak suren Jalak suren dilambangkan sebagai burung jinak penjaga rumah. Dengan memelihara burung ini, rumah akan selalu terjaga setiap hari. Mungkin ada benarnya anggapan ini karena jalak suren merupakan burung yang sangat peka. Jika ada orang datang, akan bersuara nyaring dan bervariasi. Bisa dipahami kalau banyak orang yang memelihara burung ini.
Ada empat alasan orang memelihara jalak suren. Pertama, untuk menjaga rumah. Kedua, untuk kesenangan. Ketiga, untuk memancing suara burung lain agar ikut berkicau. Kecerewetan jalak uren akan merangsang burung lain untuk mengeluarkan nyanyiannya. Jalak suren dapat dijadikan master bagi whamei atau whabi. Keempat, untuk ditangkarkan. Usaha penang-karan dilatarbelakangi oleh kesa-daran terhadap kelestarian jenis burung ini dan alasan ekonomis. Jalak suren hasil penangkaran dapat diperjualbelikan dengan harga Rp 900.000,00 per pasang.
Membedakan jantan dan betina
Jalak suren mulai dewasa pada umur 8-10 bulan. Ciri fisik dan tingkah laku burung jantan dan betina mulai bisa dibedakan. Untuk membedakannya, harus dilakukan dengan pengamatan yang seksama.
Jalak suren jantan memiliki tubuh berbentuk lurus dengan ukuran relatif lebih besar dari betina. Tubuhnya lonjong dan panjang, kepa-lanya lebih besar dan bulat, paruhnya relatif lebih panjang dan kokoh. Bulu kepala, punggung, dan dada berwarna hitam legam dan mengilat. Warna merah pada kulit di atas mata lebih cerah dan jelas. Pada bagian yang memiliki bulu warna putih, di tubuh bagian bawah, kelihatan lebih bersih. Ekornya sedikit lebih panjang dan menyatu. Jari-jari kakinya lebih panjang dan lebih kokoh. Jambul kepalanya lebih panjang dan lebih melebar saat mengembang.
Yang betina memiliki bentuk tubuh bulat dan pendek. Warna hitam dan putihnya agak suram. Paruh, jari kaki, dan ekornya lebih pendek dan halus. Kepalanya agak ramping. Warna merah pada bagian mukanya lebih pucat dibanding burung jantan.
Selain itu, aktivitas dan gerakan burung jantan relatif lebih lincah dan agresif dari yang betina. Suara ocehannya lebih cerewet, bervariasi, dan lebih keras dari betina.
Untuk tujuan penangkaran, burung jantan dan betina harus dipilih yang memiliki pandangan mata tajam, postur tegap, gesit, gerakan lincah, suara lantang, dan nafsu makan tinggi.
Cara menangkar
Penangkaran merupakan solusi penting dalam menjaga populasi jalak suren supaya tidak sampai punah. Dalam menangkarkan jalak suren, hal-hal berikut ini perlu diperhatikan.
Kandang sebaiknya memiliki bentuk meninggi. Di dalam kandang disediakan tanaman yang tinggi, bercabang banyak, dan berdaun lebat, misalnya kemuning, klampis, kersen, atau tanaman lain yang mirip dengan tanaman tersebut. Lantai kandang juga perlu ditanami tanaman perdu atau semak dan rumput-rumputan. Tempat berteng-ger diupayakan yang besar atau melebar untuk memudahkan perkawinan. Tempat pakan harus cukup memadai dan kebersihannya dijaga. Tempat minum dan mandi juga perlu disediakan. Sinar matahari harus dapat masuk ke kandang secara memadai. Banyaknya sinar matahari yang masuk sangat menentukan produktivitas perkawinan dan telur. Selain itu, tentunya juga perlu tempat berteduh sewaktu ada hujan.
Menurut pengalaman, jalak suren yang ditempatkan dalam kandang berukuran 100 x 175 x 200 cm atau yang lebih besar lagi (3 x 3 x 4 m) ternyata bisa berkembang biak dengan baik. Perlengkapan yang ada di dalam kandang ditata hingga menyerupai kondisi alami.
Pakan yang diberikan berupa pepaya, pisang, dan serangga (misalnya kroto, ulat bambu, ulat hongkong, atau jangkrik.
Selain itu, juga diberi voor yang berkualitas baik. Dengan pakan seperti ini, sepasang jalak suren yang sudah jodoh akan berkembang biak dengan baik.
Jalak suren mulai siap berbiak pada umur 10-12 bulan. Satu tahun untuk betina dan 1,5-2 tahun untuk jantan merupakan umur ideal untuk penjodohan. Biasanya betina lebih cepat dewasa kelamin dibanding jantan.
Tehnik penjodohan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, kalau jumlahnya banyak, penjodohan bisa dilakukan secara bebas. Artinya, masing-masing burung dibebaskan memilih pasangannya. Bila ada sepasang burung yang saling berdekatan, berkicau sahut-sahutan, dan bercumbu, itu pertanda jodoh. Burung yang sudah jodoh harus dipindahkan dalam kandang tersendiri. Biasanya burung yang sudah jodoh akan merajai di antara yang lain dan menyerang sesamanya atau sebaliknya diganggu oleh yang lain yang sama-sama jodoh atau berebut jodoh. Ini akan mengganggu proses perkawinan dan perkembangbiakan selan-jutnya.
Jika hanya ada dua ekor, seekor jantan dan seekor betina, penjodo-han dapat dilakukan dengan mendekatkan betina ke jantan. Caranya, burung betina dimasukkan dalam sangkar kecil atau sangkar gantung. Burung jantan dibiarkan dalam kandang penangkaran. Selanjutnya, sangkar kecil berisi burung betina dimasukkan ke dalam kandang penangkaran. Karena memiliki sifat berahi yang tinggi dan musim kawin sepanjang tahun, kedua burung ini akan segera jodoh.
Burung yang sudah jodoh akan melakukan perkawinan 2-4 minggu setelah penjodohan. Selanjutnya, burung akan membuat sarang untuk bertelur pada tanaman yang banyak cabangnya.
Dalam kandang penangkaran jalak suren dapat dirangsang membuat sarang. Caranya, di beberapa tempat yang layak untuk bersarang -misalnya pada tanaman yang memiliki banyak cabang kuat, terlidung, dan aman dari gangguan- diberi tatanan dasar sarang. Di tempat-tempat yang telah ditentukan itu ditaruh bahan sarang seperti jerami, akar sulur yang panjang, ranting-ranting, atau daun-daunan. Bahan sarang ini ditata melingkar atau dalam tumpukan yang teratur. Cara ini dapat merangsang dan membantu jalak suren untuk bersarang.
Jalak suren akan memilih sendiri tempat yang sesuai untuk bersarang. Pembuatan sarang dilakukan selama 5-10 hari, tergantung agresivitas burung. Ukuran sarang termasuk besar. Panjang tumpukan susunan sarang antara 35-45 cm, lebar 20-30 cm, dan tinggi sekitar 20 cm. Lubang tempat keluar masuknya burung berada di permukaan atas sarang, agak miring dengan derajat kemiringan antara 40-45°.
Jalak suren merupakan salah satu, mungkin satu-satunya, jenis dari keluarga Sturnidae yang membuat sarang bukan di dalam rongga pohon, tetapi menaruh sarang pada cabang-cabang pohon.
Telur jalak suren berwarna biru, berukuran 19,8 x 27,7 mm, dan berjumlah 3-4 butir. Telur dierami bergantian oleh burung jantan dan betinanya. Telur-telur itu akan menetas setelah 14 hari dierami. Selain sebagai pengganti selama pengeraman telur, yang jantan juga bertindak sebagai penga-man di luar sarang. Anak jalak suren akan dipelihara induknya sampai berumur 1,5 bulan.
Jalak suren bisa berkem-bang biak sepanjang tahun. Puncak perkembangbiakan terjadi pada pertengahan tahun, yaitu antara bulan Januari-Juni. Bulan Juli-Desember merupakan masa penurunan perkawinan.
Perawatan anak
Induk jalak suren akan menyuapi anaknya yang baru menetas dari telur dengan pakan berupa serangga, misalnya kroto, belalang, kupu-kupu, jangkrik, ulat hong-kong, ulat bambu, atau jenis serangga lain yang dijumpai. Anak jalak suren jarang disuapi buah-buahan. Demikian pula dengan anak yang sudah keluar dari sarang, pakan yang diberikan berupa serangga, sampai anakan umur 1-1,5 bulan. Setelah itu anak jalak suren mulai makan buah-buahan.
Pemberian makanan dilakukan 1-2 jam sekali setiap hari. Kira-kira umur 1,5 bulan anak jalak suren sudah disapih oleh induknya.
Selanjutnya anak jalak suren dapat dipisah dari induknya dan diperlakukan seperti halnya jalak suren dewasa. Burung muda ini selanjutnya bisa dilatih suaranya atau ditangkarkan seperti induknya. sumber : http://www.facebook.com/topic.php?uid=125313640844491&topic=205

Bagaimana merawat burung yang sedang proses ganti bulu ?

Para penggemar burung ocehan terutama pemula dalam merawat burung masih kadang bermalas malasan, bukan itu saja,Pemain gaekpun juga masih banyak yang kurang memahami/menguasai tata cara perawatan tepat baik,apalagi saat burung tersebut, sedang dalam kondisi rontok bulu atau menyulamrasa ogah ogahan sering timbul,bila sudah demikian, maka akan berakibat burung bisa fatalnya tidak mau berbunyi. Dilapangan juga banyak penggemar yang sering tidak sabar dalam merawatnya sehingga mengakibatkan menurunnya kwalitas suara kicaunnya. Dalam kondisi ini kalau tidak di perhatikan secara serius maka burung kesayangan itu akan cepat rusak, sehingga terbesit akan di jual ala kadarnya, tidak jadi demikian kita perlu mengetahui dan melaksanakan perwatan yang baik serta benar agar burung tersebut kembali pulih. Kini dengan terbitnya media majalah burung pas online ini, berusaha membantu dan menyajikan cara merawat burung yang lebih tepat, rubric ini di rangkum dari para pakar dan perawat handal,yang sudah terbiasa merawat burung berkicau yang sedang mengalami proses ganti bulu.Adapun TIPS PERAWATAN BURUNG BERKICAU AGAR CEPAT GANTI BULU
Sebagai berikut : pertama lakukan pengurangan makanan berupa kroto (tidak jor-joran) Kedua berikanKetiga berikan sekitar 7 ekor Jangkrik dan (biarkan dia makan semampunya) ke empat kondisikan burung agar tetap hangat, bila perlu di kerodong saat mal;am hari. Ke Lima sinar matahari hendaknya di kurangi (jangan di jemur berlarut larut) kecuali burung yang mengalami kedinginan diperlukan sinar matahari yang cukup. Ke Enam berikan menu cacing yang sudah di sterilkan (jangan mengambil dari dalam tanah secara langsung.) Untuk saat ini telah banyak beredar aneka cacing yang sudah di sterilkan. Ke tujuh rawat dengan teliti, hati-hati serta sabar tetapi serius dan penuh tanggung jawab. makanan yang berprotein tinggi dan mengandung lemak, kemudian berikan menu ransum berupa voer atau (BR) atau pakan khusus ocehan yang telah di buat dengan kadar protein yang telah di formula secara khusus akan kandungan nutrisinya.
PERAWATAN YANG SEDANG MENGALAMI PROSES GANTI BULU
Berikut ini juga di uraikan perawatan burung yang sedang proses ganti bulu. Sebelum melakukan secara mendalam diperlukan pemahaman yang lebih teliti agar hasilnya memuaskan. Lebih lanjutnya mari kita simak tips dan trik sebagai berikut : Pertama burung yang sedang proses ganti bulu juga memerlukan makanan yang bergizi dengan protein yang cukup. Dalam proses ini, burung selalu memerlukan makanan yang mengandung protein yang tinggi minimal sekitar 17% protein serta pakan yang mengandung energi yang cukup. Ke dua berikan Jangrik setiap pagi minimal 2 ekor dan sore 2 ekor,namun pemberian jangkrik ini hendaknya di berikan secara rutin tiap hari sampai keadaan bulu burung pulih, kalo sudah demikian maka burung akan siap berkicau setelah tenaga sudah vit. Ke tiga makanan kroto juga diperlukan, namun hanya 3 hari sekali dan itupun tak boleh berlebihan, hal ini harus dibatasi dalam wadah pakan (secukupnya)
Kempat pemberian buah juga harus di hindari kecuali bila burung itu makanan kesukaannya berupa buah, maka dapat diberikan sesuai porsinya. Hal ini dapat kita ambil contoh semisal seperti Cucak Rowo,Jenggot,trucuk dll itukan jelas makan kesukaanya buah buahan maka perlu di sediaka. Ke limaKe enam lakukan perawatan kandang /sangkar dalam keadaan bersih tanpa kotoran, sedang untuk tempat makan,dan minum juga harus bersih, jangan dibiasakan tempat minum sampai berlumutan sampai warna hijau atau kehitam-hitaman, nah ini perlu di hindari, dan bila perlu setiap dua ( 2) hari sekali di bersihkan. penjemuran diperlukan hanya sekitar lima 10 s/d 15 menit saja, itu pun bila ada sinar matahari.
Ke enam burung Jangan di mandikan, karena bila mandi burung akan selalu didis (bersolek) dan kemudian hanya akan ngibas-ngibaskan sayapnya, penting kita ketahui apa yang terjadi bila hanya demikian ? tentu hal yang demikian, bulu yang baru tumbuh dan masih muda tersebut mudah rusak atau rontok, sebab bulu belum kuat. Oleh karenanya, kita harus menghindari mandi sebelum bulu kuat. Namun bila mandi diperlukan hanya kita hanya memandikan pakai sprayer saja, itupun jangan sampai basah kuyup atau menggigil kedinginan. Perawatan yang terakhir Kerodonglah burung kesayangan anda itu,agar tetap tenang dan tidak mendengar suara gaduh (sebaiknya di tempatkan pada kamar tersendiri secara khusus biar tak terganggu). Kemudian besuk paginya burung akan vit segar,serta lincah.
sumber : http://majalahburungpas.com/index.php?menu=ocean§ion=detail&id=69

Kamis, 21 April 2011

Asesories terbuat dari barang bekas, "memadukan nilai seni juga ramah lingkungan"

Tentu sudah tak asing dengan tempat jangkrik yang di buat dari strimin yang berbentuk kotak atau bulat wadah ini sudah di pakai oleh penjual dan pelomba burung ketika untuk menyimpan pakan ekstra fooding terutama jangkrik.
Sedang muatan kali ini, pasti anda terbelalak,sebab wadah yang satu ini cukup unik hasil otak atiknya, terbilang kratif.Bahan yang di pakai cukup mudah dan hanya memanfaatkan dari barang bekas berupa ember plastic wadah cat tembok.
Assesories burung yang diproduksi tersebut dibuat serta di rancang dengan memadukan berbagai macam ide kreatif kemudian di aplikasikan dalam kenyataan agar bisa lebih bermanfaat. Dan ternyata, mampu sebagai barang yang cukup berguna, sebagai peralatan kebutuhan hoby burung ocehan bagi kicau mania.
Tampak kandang jangkrik yang terbuat dari sebuah ember bekas cat tembok tersebut di potong dan di hias dengan kawat setrimin menjadi lebih menawan dan mengandung nilai seni yang menarik, bahkan ketika pemilik memberikan penjelasan pembelinya cukup banyak.
Wadah jangkrik ini telah menjadi sebuah trand, sebagai salah satu cara untuk mencari penghasilan, Sederhana, tetapi idenya bikin gregetan untuk dimiliki,jangat kaget barang ini sementara hanya bisa di temui di kota Jogjakarta khususnya Sleman.
sumber : http://majalahburungpas.com/index.php?menu=ocean§ion=detail&id=127

Kolibri burung yang lincah bagai belut, Cocok sebagai burung Master cendet, kenari, cucak hijau

Badan kecil geraknya lincah bagai belut, mungkin anda termasuk ketularan gerak burung kolibri seperti dalam muatan ini.
Keaneka ragaman burung berkicau yang ada di Indonesia sangat banyak dan variatif,baik dari segi ocehan, warna bulu, bahkan fungsi dan kegunaannya. Burung berkicau lomba dari tahun ketahun mengalami peningkatan. Menjamurnya lomba ocehan tersebut tentu membawa angin segar buat perkembangan komoditas perkicauan dan segala ikutannya, hingga dapat memberikan peluang kerja yang menarik buat para penghobi dan pelaku bisnis.
Lomba burung ocehan sepertinya menjadi daya tarik tersendiri untuk di simak, sebab rangkainnya dapat memberikan andil yang bermanfaat bagi semua orang terutama yang mau melongok dan tergugah mengolah peluang.
Sebut saja salah satu peluang yang satu ini sebenarnya tak memerlukan kecerdasan dalam menimbulkan detak ekonomi. Burung kolibri yang teramat kecil ternyata bisa di manfaatkan sebagai burung masteran yang bernilai jutaan rupiah yang hanya dengan memasterkan ke burung lain.
Burung ini warnanya indah dan gerak geriknya licah bagai belut, sehingga di tangkap di dalam sangkarpun susah. Bunyi khas yang di miliki cit cit dan sebagainya itu, bila di dekatkan dengan burung yang cocok, akan cepat menjalar ke burung lainnya.
Burung yang mudah menerima suara kolibri termasuk banyak terutama Cendet, Kenari, dan Cucak Hijau, Ketiga burung tersebut apabila di master kolibri, akan memiliki suara yang apik dan lengkap, bahkan tatkala di lapang yang di master itu akan terdengar gacor dan ngeriwik, apalagi di tambah suara tembakan yang keras seperti suara tengkek buto dan lainnya, dapat meraih bendera koncer, saat burung sedang bertarung.
Burung Kolibri dewasa ini, juga sudah di lombakan, dan asiknya bagi burung yang sudah meraih juara bisa bernilai jutaan. Sedang harga anakan di pasar burung sementara ini baru sekitar 50 ribu perekornya, harganyapun ngetop bila suaranya sudah terdengar.
http://majalahburungpas.com/index.php?menu=ocean§ion=detail&id=124

Cak Imam peternak Muray Batu Medan di Jetis Mojokerto

Mojokerto.Jatim pak iman yang tinggal di DS. Carikan jetis Mojokerto termasuk bagian dari kicau mania Jatim, Ia juga di kenal sebagai pebreeding burung ocehan, yang memiliki jaringan luas,Bahkan atas kepiaweannya, kini di juluki spesial peternak burung Murai batu Medan dan Malaysia Pria ini tergolong ulet serta serius. Kegiatan breedinya, dirintis sejak tahun 2004 yang pada mulanya hanya sebagai penghobis saja. Tetapi tatkala permintaan mengalir, akhirnya di layani. Sampai detik ini kata Imam dalam memberikan rilisnya, pelangganya cukup banyak dan mereka sering melombakan hasil dari ternakannya.Derasnya permintaan, kadang sampai menolak, bagi yang memesan buru buru, sebab produksi kadang tak sebanding permimtaan atau belum menetas. Berbekal 16 kandang yang di kelolanya, yang sudah sering panen tersebut,juga mampu membuat semangat tersendiri di setiap satu bulannya, hingga meraup puluhan juta rupiah.
Ia juga mengakui banyak customernya meraih prestasi menjadi jawara, hingga diburu pembeli pelomba. Saat media ini merekam nilai jualnya untuk yang masih Piyik, Ia mematok untuk satu pasangnya minimal Rp. 1000.000,- Piyekan. Sedang piyik yang sudah bisa makan sendiri dipasarkan sekitar satu juta. Saya selalu berinovasi agar hasil tangkaran dari bird farm tempat saya bisa bertambah kualitanya, oleh sebab itu bila kicau mania belum mendapatkan burung di tempat lain,saya siap bantu” ujarnya singkat.
http://burungkicauan.net/news-cak-imam-peternak-murai-batu-medan-jetis-mojokerto

Selasa, 19 April 2011

Jalak Suren mudah di ternak, harga menurun, kicau mania memanfaatkan sebagai burung master.

Bagi para penangkar ocehan burung ini sudah tidak asing.
Burung ocehan yang jarang di lombakan ini, juga kerap kali menjadi salah satu pilihan master ocehan yang akan di tampilkan di lapangan sebelum lomba, sebab suara yang keras mampu menembus suasana adalah kelebihannya. Keunikan dan keuntungan ketika membreeding burung jalak, spesies ini tidaklah sesulit burung ocehan yang lain itu.
Seperti kita ketahui, tidak semua burung ocehan mudah di tangkarkan. Sedang Jalak suren, Muray batu, kenari, love bird, Cucak rowo, Anis kembang, Parkit, adalah burung yang bisa di tangkarkan, dan kini bisa menjadi andalan salah satu penghasilan ketika di tekuni dan di seriusi.
Dari pantauan majalah burung PAS online ini, sepertinya hanya 7 burung ini yang makin populer di kalangan kicau mania, terutama peternak ocehan.
Sedang kacer, gelatik, dan burung-burung lainnya itu, meskipun bisa di tangkarkan dengan perantara manusia,tetapi hasilnya kurang maksimal, dan sering gagal tidak seperti secara alami di habitatnya.
Jalak Suren yang memiliki paruh yang runcing serta panjang, berhias warna kuning di tas paruh dan kelopak mata seperti dalam Foto ini, keberadaanya semakin murah saja, hal ini dimungkinkan ada lomba , terkadang panitya jarang melombakannya di kelas khusus, memang beberapa waktu yang lalu Suren sempat naik pamor.
Seiring sepinya bahkan tak di konteskanya itu, burung kini sudah tidak populer lagi, sehingga berdampak anjloknya harga burung tersebut.
Sekitar tahun 2000 an burung jalak berwarna putih campur hitam ini, pernah mengalami harga paling tinggi untuk kelas rumahan yaitu 3 juta perekornya.
Sedang saat ini makin banyaknya penangkar yang berhasil, juga mengakibatkan merosot tajam, disamping di lapangan juga jarang di naikan untuk lomba
Meskipun jalak ini demikian, pantauan dari beberapa peternak, juga masih menampakan harga yang cukup lumayan sebab, umur 2 bulan 1 pasang masih laku 500 s/d 800 perpasangnya.
Meskipun daya belinya menurun di banding dulu, akan tetapi bagi jalak suren yang di daerahnya masih di lombakan harga jualnya masih tetap tinggi, apalagi dapat meraih prestasi. 
Menurunnya harga jual bagi penggemar, justru di alih fungsikan, jalak sebagai master yang lain, agar burung yang di master,seperti cucak hijau,murai cendet, dapat terangkat harganya lewat masteran yang di buatnya tersebut.
http://majalahburungpas.com/index.php?menu=ocean§ion=detail&id=135

Tips penjodohan yang tepat, agar burung cepat bertelur & berkembang"

Tentu setiap peternak memiliki cara yang berbeda-beda dalam menjodohkan burung ternakannya, namun pada inti pokoknya adalah sama, yaitu agar penjodohan dalam beternak lebih tepat, akurat, sehingga pasangan burung dapat bertelur dan berkembang. Pertama :
Burung di jodohkan Semenjak masih kecil dalam satu kandang dan di pasangkan secra terus menerus sampai birahi dan dewasa, dengan system ini adalah yang paling mudah, tetapi memang dalam beternak di perlukan kemampuan, terutama dalam memilih calon indukan serta jenis kelamin disamping kualitas burung tersebut.
Kedua,
Peternak bisa menjodohkan betina dan pejantan setelah burung berumur, atau menginjak dewasa,tetapi burung tersebut belum birahi (belum tertarik dengan lawan jenisnya)
Yang ketiga :
Penjodohan burung dapat di lakukan dengan yang paling tepat, yaitu menjodohkan burung dewasa yang sudah amat birahi. Dengan cara yang ke tiga ini banyak di rasa akan lebih tepat, sebab di yakini cara ini dapat menghasilkan mutu yang akurat, meskipun juga memerlukan tips khusus untuk mengenalkan betina dan pejantan terlebih dahulu atau di kenalkan sehingga tertarik (pacaran ala burung) tips ini terlebih dahulu mendekatkan dan bila sudah ada tanda – tanda dan reaksi untuk rukun baru dicoba dalam satu kandang.
Kemudian kita juga penting untuk memantau dan mengawasi apakah burung tersebut mau kawin ataukah malah bertarung, kalau bertarung hendaknya diambil dahulu agar jantan jangan sampai stres. Semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan
http://majalahburungpas.com/index.php?menu=ocean§ion=detail&id=138

Beternak Cucak Rowo makin di minati, Lancar Bf sleman kembangkan trah yang berfostur tubuh gede"

Yanto berkat kejelian dan ketelatenan dalam peternak cucak rowo nama dan bird farmnya melambung di blantika breeding burung ocehan terutama DIY hingga di kenal luas.
Ia mengakui meskipun tak pernah turun lomba, tetapi produknya banyak di buru oleh para penangkar yang lain dari berbagai daerah.
Ia pun juga beragumen, memasarkan produk tidak harus lewat lomba, buktinya produk tempat saya selalu laris di beli para penghobi “kata Yanto saat di samperin wartawan majalahburungpas.com Minggu ke dua April 2011 di kediamannya.
Ia juga merilis harga cucak rowo yang ada di farmnya, selalu menjadi perhatian penggemar ocehan, sebab burung yang di tangkarkan tergolong berpostur tubuh gede, tips dalam penangkaran, mengedepankan kualitas, dari segi katuranggan ternyata mampu menjadi bagian yang laris tersebut.
Sedang berbicara soal suara, jelas burung gede akan menuruni piyik yang tak jauh dari indukannya “ujar Yanto enteng
Berkembangnya dalam breeding cucak rowo, juga memberikan seberkas pemasukan yang cukup lumayan sebab 1 bulan rata-rata sekitar 4 pasang terjual secara rutin, melihat perkembangan ini, lantas saya menambah kandang permanent 7 kandang dari semula yang hanya 12 kandang.
Makin populernya cucak rowo yang terbilang tidak sulit saat di ternak tersebut, juga mampu memberi daya rangsang dan nilai jual yang layak untuk di masa yang akan datang.
Untuk perkembangan harga di Lancar Bf, satu pasang umur 2 bulanan sudah di banderol perpasangnya 5 juta, nilai jual tersebut, menurut pengalaman, tak pernah turun, sebab tahun 2010 berkisaran 4 jutaan,” di tahun 2011 sudah 5 jutaan “Bebernya lagi.
Berbicara cuaca extreme, memang lancer bf juga mengalami pasang surut soal produksi, terutama mengenai daya tetas, namun Alhamdulilah, menurunnya hanya sedikit, itupun terbilang bisa di atasi dengan kejelian dalam memberikan ketenangan dan kesegaran saat dalam kandang “kata Yanto berada di Manukan Condong Catur Sleman tersebut.
http://majalahburungpas.com/index.php?menu=ocean§ion=detail&id=142

Tips Beternak dan merawat Piyik, dari kandang ternak burung"

Tulisan ini juga masih berhubungan dengan breeding burung.Indukan yang sedang mengerami,serta Piyikan yang sedang menetas perlu menu yang baik, untuk lebih jelasnya kami uraikan sebagai berikut : Menu makanan harus tersedia terus secara rutin jangan sampai terlambat atau kehabisan, begitu juga dengan minum berilah secukupnya atau harus tersedia.
Untuk jenis pakan yang berprotein tinggi pakailah agar cepat membongsorkan piyik semisal BR 1. Pakan ini terkandung protein yang cukup tinggi,buatan pabrik pakan. Sedang untuk yang dewasa juga bisa di berikan voer.
Makanan burung tambahan yang lain bisa diberikan berupa kroto, jangkrik, ulat bumbung, ulat hongkong atau ulat kandang. Bagi buurng yang suka buah berikan kesukaannya,dan sediakan untuk pisang kepok putih yang lazim di berikan.
Untuk menjaga stabilnya suhu bila perlu buatlah kandang yang dialiri air atau juga, bisa dengan membuatkan kolam atau memasang kran yang dipasang ke lokasi ternak, agar burung dapat lebih dekat minumnya selain berfungsi ganda selalu standby.
Bagi burung yang telah masa birahi,sang indukan berikan jangkrik tetapi jangan berlebihan. Siapkan tempat untuk bertelur berupa susuh yang terbuat dari pohon cemara kering karena burung dengan daun cemara ini lunak, burung dalam mengerami telur lebih cocok karena hangatnya stabil juga daunnya enak awet hangatnya, dan tidak mudah merusakkan telur.
Pada saat indukan sedang mengerami telurnya, jangan di ganggu karena bila indukan merasa terusik, akan berakiabat fatal, buurng yang sedang mengerami sangat peka, sehingga kadang telur bisa di patuk dan di lemparkan oleh induknya karena di ganggu.
Perawatan untuk piyik yang sudah menetas, bisa di beri pakan dari pabrikan,yang berprotein tinggi, sedang pakan tersebut di campur bisa dengan alternatif tambahan gizi sperti dengan kroto atau lainnya.
Pakan berikan secara terus menerus, sampai mau dia makan sendiri. Untuk induk yang sedang meloloh piyiknya juga jangan di ganggu.
PERAWATAN PIYIK
Ketika indukan sedang mengerami telur yang sudah sekitar 13 hari peternak agar menyiapkan kroto dalam tempat pakan, namun sehari atu 2 hari sebelum telur menetas.
Langkah yang lain perlu di tempuh yaitu : Setelah sang induk menjatuhkan kulit telur/cangkang, itu berarti piyik sudah menetas.
Selanjutnya berikan kroto juga jangan sampai terlambat sampai piyik berumur 2 hari. Setelah piyik berumur 2 hari agar diambil dan dipindahkan dalam kotak piyik, kemudian bisa diloloh dengan pakan kroto yang berkualitas sampai umur 5 hari.
Pemberian pakan halus harus dilakukan namun demikian pakan tersebut perlu juga dibasahi agar lunak dan lebih mudah di telan.
Kemudian setelah piyik umur 21 hari bisa mulai dikeluarkan dari bok. Selanjutnya dipindah ke sangkar yang telah disiapkan, kemudian saatnya burung dilatih agar bisa makan sendiri, bila belum dapat makan sendiri,maka kita bisa menyuapinya, dengan makanan yang halus tersebut dengan campuran yang bervitamin, sedikit demi sedikit, hingga akhirnya mau makan sendiri.
Pantang menyerah, akan menjadi kunci suksesnya dalam merawat namun, tanda kutipnya juga, bila anda menemui keganjilan dalam beternak, jangan pesimis.
Kemudian langkah terakhir setelah umur piyik 2 s/d 3 bulanan burung siap di jual dengan harga yang fariasi menurut pasaran, info yang majalah burung pas.com rangkum untuk harga setiap daerah kadang harga tidak sama.
Melihat prospek yang masih baik ini, dan naiknya pamor ocehan setelah berbagai EO melombakan, maka peluang untuk beternak akan lebih terlihat karena ini juga dapat menciptakan lapangan kerja dan menambah pemasukan, bahkan penghasilan pokok.
Dalam setiap penyajian pengalaman sebagai peternak tentu juga berbeda – beda, karena menyesuaikan lokasi serta pengalaman, selain factor modal dalam beternak juga berbicara, namun yang jelas, uraian ini bagi yang berminat, bila di praktekan atau di tindak lanjuti serta di coba dengan serius dan teliti, pasti anda akan menemukan apa yang selama ini ada abaikan.
Telaten, ulet, sabar dan inovatif, serta itulah guru yang paling baik, tetapi untuk gagal yang kesekian kalinya ini perlu di hindari,sedang gagal karena sebab yang sama itu berarti pola berfikir dan bekerja perlu di ubah. Anda percaya sukses itu tergantung diri anda sendiri, bila iya ini perlu di tambah, berdo’a agar dalam bekerja dengan lancar. " Oke anda minat silahkan lakukan dg baik.
http://majalahburungpas.com/id/index.php?menu=ocean§ion=detail&id=139

merawat piyikan


Tulisan ini juga masih berhubungan dengan breeding burung.Indukan yang sedang mengerami,serta Piyikan yang sedang menetas perlu menu yang baik, untuk lebih jelasnya kami uraikan sebagai berikut : Menu makanan harus tersedia terus secara rutin jangan sampai terlambat atau kehabisan, begitu juga dengan minum berilah secukupnya atau harus tersedia.
Untuk jenis pakan yang berprotein tinggi pakailah agar cepat membongsorkan piyik semisal BR 1. Pakan ini terkandung protein yang cukup tinggi,buatan pabrik pakan. Sedang untuk yang dewasa juga bisa di berikan voer.
Makanan burung tambahan yang lain bisa diberikan berupa kroto, jangkrik, ulat bumbung, ulat hongkong atau ulat kandang. Bagi buurng yang suka buah berikan kesukaannya,dan sediakan untuk pisang kepok putih yang lazim di berikan.
Untuk menjaga stabilnya suhu bila perlu buatlah kandang yang dialiri air atau juga, bisa dengan membuatkan kolam atau memasang kran yang dipasang ke lokasi ternak, agar burung dapat lebih dekat minumnya selain berfungsi ganda selalu standby.
Bagi burung yang telah masa birahi,sang indukan berikan jangkrik tetapi jangan berlebihan. Siapkan tempat untuk bertelur berupa susuh yang terbuat dari pohon cemara kering karena burung dengan daun cemara ini lunak, burung dalam mengerami telur lebih cocok karena hangatnya stabil juga daunnya enak awet hangatnya, dan tidak mudah merusakkan telur.
Pada saat indukan sedang mengerami telurnya, jangan di ganggu karena bila indukan merasa terusik, akan berakiabat fatal, buurng yang sedang mengerami sangat peka, sehingga kadang telur bisa di patuk dan di lemparkan oleh induknya karena di ganggu.
Perawatan untuk piyik yang sudah menetas, bisa di beri pakan dari pabrikan,yang berprotein tinggi, sedang pakan tersebut di campur bisa dengan alternatif tambahan gizi sperti dengan kroto atau lainnya.
Pakan berikan secara terus menerus, sampai mau dia makan sendiri. Untuk induk yang sedang meloloh piyiknya juga jangan di ganggu.
PERAWATAN PIYIK
Ketika indukan sedang mengerami telur yang sudah sekitar 13 hari peternak agar menyiapkan kroto dalam tempat pakan, namun sehari atu 2 hari sebelum telur menetas.
Langkah yang lain perlu di tempuh yaitu : Setelah sang induk menjatuhkan kulit telur/cangkang, itu berarti piyik sudah menetas.
Selanjutnya berikan kroto juga jangan sampai terlambat sampai piyik berumur 2 hari. Setelah piyik berumur 2 hari agar diambil dan dipindahkan dalam kotak piyik, kemudian bisa diloloh dengan pakan kroto yang berkualitas sampai umur 5 hari.
Pemberian pakan halus harus dilakukan namun demikian pakan tersebut perlu juga dibasahi agar lunak dan lebih mudah di telan.
Kemudian setelah piyik umur 21 hari bisa mulai dikeluarkan dari bok. Selanjutnya dipindah ke sangkar yang telah disiapkan, kemudian saatnya burung dilatih agar bisa makan sendiri, bila belum dapat makan sendiri,maka kita bisa menyuapinya, dengan makanan yang halus tersebut dengan campuran yang bervitamin, sedikit demi sedikit, hingga akhirnya mau makan sendiri.
Pantang menyerah, akan menjadi kunci suksesnya dalam merawat namun, tanda kutipnya juga, bila anda menemui keganjilan dalam beternak, jangan pesimis.
Kemudian langkah terakhir setelah umur piyik 2 s/d 3 bulanan burung siap di jual dengan harga yang fariasi menurut pasaran, info yang majalah burung pas.com rangkum untuk harga setiap daerah kadang harga tidak sama.
Melihat prospek yang masih baik ini, dan naiknya pamor ocehan setelah berbagai EO melombakan, maka peluang untuk beternak akan lebih terlihat karena ini juga dapat menciptakan lapangan kerja dan menambah pemasukan, bahkan penghasilan pokok.
Dalam setiap penyajian pengalaman sebagai peternak tentu juga berbeda – beda, karena menyesuaikan lokasi serta pengalaman, selain factor modal dalam beternak juga berbicara, namun yang jelas, uraian ini bagi yang berminat, bila di praktekan atau di tindak lanjuti serta di coba dengan serius dan teliti, pasti anda akan menemukan apa yang selama ini ada abaikan.
Telaten, ulet, sabar dan inovatif, serta itulah guru yang paling baik, tetapi untuk gagal yang kesekian kalinya ini perlu di hindari,sedang gagal karena sebab yang sama itu berarti pola berfikir dan bekerja perlu di ubah. Anda percaya sukses itu tergantung diri anda sendiri, bila iya ini perlu di tambah, berdo’a agar dalam bekerja dengan lancar. " Oke anda minat silahkan lakukan dg baik.